My Beauty Secret

Articles


By Admin  Article Published 05 May 2015
 

Tea tree oil dikenal sebagai melaleuca oil (minyak melaleuca), berwarna kekuningan dan diperoleh dari daun tanaman Melaleuca alternifolia (asli Australia).

Meskipun namanya terdapat “tea” yang dalam bahasa inggrisnya adalah teh, tapi tea tree oil berasal dari tumbuhan yang berbeda. Kalau Teh berasal dari daun pohon teh (Camellia sinensis).

Di Indonesia sendiri, kita memiliki minyak kayu putih, berasal dari melaleuca leucadendra. Meski memiliki genus yang sama dengan Tea tree oil, tapi dapat menghasilkan kandungan minyak yang berbeda. Yang membedakan adalah kandungan sineol (cineole) dan terpinen. Pada tea tree oil, standard Australia adalah yang memiliki kandungan terpinen 40% dan sineol dibawah 5%. Kadar ini akan meningkatkan efektifitas dan mengurangi efek samping iritasi dari tea tree oil. Sedangkan pada minyak kayu putih, mengandung sineol tidak boleh kurang dari 50% dan tidak lebih dari 65%. Oleh karena itu, telah banyak pengalaman menggunakan minyak kayu putih berlebih, menyebabkan iritasi pada kulit. Berbeda jika kita menggunakan tea tree oil berlebih. Bayangkan jika kulit kita berjerawat merah dan perih, kemudian diberikan minyak kayu putih, akan semakin iritasi, merah, perih, dsb.

 

Manfaat dari Tea Tree Oil :

Telah banyak jurnal kesehatan yang mengupas tentang manfaat tea tree oil, terutama memiliki efek antiseptik. Berikut adalah beberapa manfaat yang dikumpulkan dari jurnal-jurnal ilmiah :

1.    Infeksi kulit luka

Peneliti dari Universitas Wolverhampton, Inggris menemukan bahwa kombinasi tea tree oil dan perak dapat meningkatkan aktivitas antimikroba dan dapat menurunkan efek sampingnya pada saat yang bersamaan.

2.     Jerawat. Studi perbandingan antara tea tree oil vs benzoyl peroxide (bahan aktif obat jerawat) pada kasus orang berjerawat ringan sampai sedang, menemukan bahwa 5% tea tree oil memiliki efektivitas yang sama dengan 5% benzoyl peroxide dalam mengurangi jumlah jerawat, meskipun onset pengobatan dengan tea tree oil lebih lambat. Tetapi, lebih sedikit mengalami efek samping pada pasien yang ditangani dengan tea tree oil.

3.     Infeksi jamur pada kuku (onychomycosis). Pada studi yang diumumkan pada jurnal Trop Med Int Health ditemukan bahwa kombinansi 2% butenafine dan 5% tea tree oil pada cream menyembuhkan 80% pasien onychomycosis.

4.     Kaki atlit (tinea pedis). Pada jurnal yang diumumkan di Australas J Dermatol, para peneliti menemukan pada pemakaian topikal cream tea tree oil 10% w/w di kasus tinea pedis dapat mengurangi gejala tinea pedis sama efektif seperti tolnaftate.

5.     Berdasarkan US National Library of Medicine, ada beberapa data yang belum buktinya belum cukup dari efektivitas tea tree oil sbb :

a.     Kutu

b.     Genital herpes

c.      Sariawan

d.     Ketombe

e.     Radang gusi

f.      Batuk

g.     Infeksi telinga

h.    Cacingan

 

Resiko penggunaan tea tree oil

Berdasarkan The American Society, tea tree oil tidak boleh ditelan karena dapat menyebabkan kemerahan parah, abnormalitas sel darah, sakit perut, diare, mual, muntah, limbung, halisinasi, pusing, dan bahkan koma.

 

Allergi yang terjadi karena tea tree oil

Telah ada beberapa laporan mengenai orang yang terkena allergi kulit setelah kulitnya kontak dengan tea tree oil. Jika terjadi reaksi alergi setelah penggunaan produk tea tree oil, segera hentikan penggunaannya.

 

Referensi :

1. http://www.medicalnewstoday.com/articles/262944.php

2. "Tee Tree: Australia's Oldest Medicine" The University of Sydney. Accessed October 23rd 2013.

3. Bassett IB, Pannowitz DL, Barnetson RS. "A comparative study of tea-tree oil versus benzoylperoxide in the treatment of acne." Med J Aust.. 1990 Oct 15;153(8):455-8. Accessed October 23rd 2013.

4. Syed TA, Qureshi ZA, Ali SM, Ahmad S, Ahmad SA. "Treatment of toenail onychomycosis with 2% butenafine and 5% Melaleuca alternifolia (tea tree) oil in cream." Trop Med Int Health. 1999 Apr;4(4):284-7. Accessed October 23rd 2013.

5. Tong MM, Altman PM, Barnetson RS. "Tea tree oil in the treatment of tinea pedis." Australas J Dermatol. 1992;33(3):145-9. Accessed October 23rd 2013.

6. "Tea tree oil" U.S. National Library of Medicine. Accessed October 23rd 2013.

7. "Tea tree oil" American Cancer Society. Accessed October 23rd 2013.



Related Article